BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Transfer Belajar
Menurut L.D. Crow and A. Crow:
“Transfer
belajar adalah pemindahan-pemindahan kebiasaan berfikir, perasaan atau
pekerjaan, ilmu pengetahuan atau ketrampilan, dari suatu keadaan belajar ke
keadaan belajar yang lain”.[1]
Transfer dalam belajar yang lazim disebut
transfer belajar (transfer of learning), mengandung arti pemindahan
keterampilan hasil belajar dari satu situasi ke situasi lainnya. kata
“pemindahan keterampilan” tidak berkonotasi hilangnya keterampilan melakukan
sesuatu pada masa lalu karena diganti dengan keterampilan baru pada masa
sekarang. Oleh sebab itu, definisi diatas harus dipahami sebagai pemindahan
pengaruh atau pengaruh keterampilan melakukan sesuatu terhadap tercapainya
keterampilan melakukan sesuatu lainnya.
B. Transfer dalam Belajar

Menurut Teori Elemen Identik yang
dikemukakan oleh Thorndike, transfer dari satu situasi ke situasi yang lain,
baru bisa terjadi bila diantara dua situasi itu terdapat unsur-unsur yang
identik. Besar kecilnya transfer tergantung kepada banyak sedikitnya unsur yang
identik. Makin banyak unsur yang identik makin besar kemungkinan terjadinya transfer,
sebaliknya semakin sedikit unsur yang identik, makin sedikit pula kemungkinan
timbul transfer. Yang dimaksud elemen atau unsur oleh Thorndike tidak terbatas
mengenai isi bahan pelajaran, tetapi juga termasuk sikap mengajar, cara belajar
dan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses belajar mengajar.[3]
- Ragam Transfer Belajar
Adapun menurut Gagne
sebagaimana yang dikutip oleh Muhibbin Syah, transfer dalam belajar dapat
digolongkan ke dalam empat kategori yaitu :
1.
Transfer Positif
Transfer
positif dapat terjadi dalam diri seorang siswa apabila guru membantu untuk
belajar dalam situasi tertentu yang mempermudah siswa tersebut belajar dalam
situasi-situasi lainnya. Dalam hal ini, transfer positif menurut Barlow adalah
learning in one situation helpful in other situations, yakni belajar dalam
suatu situasi yang dapat membantu belajar dalam situasi-situasi lain.
2.
Transfer Negatif
Transfer negatif dapat dialami seorang siswa
apabila ia belajar dalam situasi tertentu yang memiliki pengaruh merusak
terhadap keterampilan/pengetahuan yang dipelajari dalam situasi-situasi
lainnya.
Pengaruh keterampilan atau pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa
sendiri tak ada hubungannya dengan kesulitan yang dihadapi siswa tersebut
ketika mempelajari pengetahuan atau keterampilan lainnya. Jadi, kesulitan
belajar mengetik sepuluh jari seperti yang dicontohkan diatas belum tentu
disebabkan oleh kebiasaan mengetik dua jari yang sebelumnya sudah dikuasai.
Menghadapi kemungkinan terjadinya transfer negatif itu, yang penting bagi guru
ialah menyadari dan sekaligus menghindarkan para siswanya dari situasi-situasi
belajar tertentu yang diduga keras akan berpengaruh negatif terhadap kegiatan
belajar para siswa tersebut pada masa yang akan datang.[4]
3.
Transfer Vertikal
Transfer vertikal (tegak lurus) dapat terjadi dalam diri seorang siswa
apabila pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu siswa
tersebut dalam menguasai pengetahuan/keterampilan yang lebih tinggi/rumit. Misalnya,
seorang siswa SD yang telah menguasai prinsip penjumlahan dan pengurangan pada
waktu menduduki kelas II akan mudah mempelajari perkalian pada waktu menduduki
kelas III. Sehubungan dengan hal ini, penguasaan materi
pelajaran kelas II merupakan prasyarat untuk mempelajari materi pelajaran kelas
III.[5]
4.
Transfer Lateral
Transfer lateral (kearah samping) dapat terjadi
dalam diri seorang siswa apabila ia mampu menggunakan materi yang sama
kerumitannya dalam situasi-situasi yang lain. Dalam hal ini, perubahan waktu
dan tempat tidak mengurangi mutu hasil belajar siswa tersebut.
Contoh : seorang lulusan STM yang telah
menguasai teknologi “X” dari sekolahnya dapat menjalankan mesin tersebut
ditempat kerjanya. Disamping itu, ia juga mampu mengikuti pelatihan menggunakan
teknologi mesin-mesin lainnya yang mengandung elemen dan kerumitan yang kurang
lebih sama dengan mesin “X” tadi. Alhasil, transfer lateral itu dapat dikatakan
sebagai gejala wajar yang memang sangat diharapkan baik oleh pihak pengajar
maupun pihak pelajar. Namun, idealnya hasil belajar siswa tidak hanya dapat
digunakan dalam konteks kehidupan yang sama rumitnya dengan belajar, tetapi
juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan yang lebih kompleks dan penuh
persaingan.[6]
- Usaha Guru dalam transfer belajar
Kesadaran dan usaha dari guru untuk
mendampingi siswa dalam mengadakan transfer belajar. Sikap guru yang
menyadari, bahwa tanggungjawabnya tidak hanya terbatas pada bidang studi
tertentu, tetapi juga mencakup usaha jujur untuk membentuk kepribadian siswa
secara keseluruhan, dalam perkembangan intelektual, efektif (sikap) dan sosial.
Guru juga yang
berusaha mengajar dengan fungsional, yaitu menghubung-hubungkan hasil belajar
di bidang studi yang dipegangnya dengan suatu bidang studi yang lain atau
dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan kondisi eksternal
yang menunjang terjadinya transfer belajar.
E. Definsi
Lupa
Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk
menyebut atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah dipelajari.
Gulo (1982) dan Rebber (1988) dalam Syah (1996: 158) menyatakan bahwa lupa
adalah ketidakmampuan mengenal atau menginggat sesuatu yang pernah dipelajari
atau dialami. Lupa juga berarti ketidakmampuan untuk menginggat kembali sesuatu
yang telah dialami atau dipelajari untuk sementara waktu maupun jangka panjang.
Dengan demikian, bukan peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari
akal kita.
Berkenaan dengan lupa Allah SWT telah menegaskannya
dalam Al-Qur’an antara lain dalam surat Al-Baqarah : 286, Yusuf : 42, Al-Kahfi
: 63, Thaha : 115. Dalam surat Thaha :115 misalnya Allah katakan : “ Dan
sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka dia lupa (akan
perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauaan yang kuat.”[7]
F. Lupa
dalam Belajar

·
Apa yang diamati.
·
Bagaimana situasi dan
proses pengamatan itu berlangsung.
·
Apakah yang terjadi
dalam jangka waktu yang berselang itu.
·
Bagaimana situasi
ketika berlangsungnya ingatan itu.[8]
Keempat
faktor tersebut berhubungan erat dan saling mempengaruhi satu sama yang
lainnya.
G. Faktor-Faktor
Penyebab Lupa

1. Lupa dapat terjadi karena gangguan konflik antara
item-item informasi atau materi yang ada dalam sisitem memori siswa. Dalam
teori mengenai gangguan, gangguan konflik ini terbagi menjadi dua macam, yaitu
:
a. Proactive interference
Seorang siswa akan mengalami gangguan proactive
apabila materi pelajaran lama yang sudah tersimpan dalam subsistem akal
permanennya mengganggu masuknya materi pelajaran baru. Peristiwa ini bisa
terjadi apabila siswa tersebut mempelajari sebuah materi pelajaran yang sangat
mirip dengan materi pelajaran yang telah dikuasaiya dalam tenggang waktu yang
pendek. Dalam hal ini, materi yang baru saja dipelajari akan sulit diingat
kembali.
b. Retroactive interference
Seorang siswa akan mengalami gangguan retroactive
apabila materi pelajaran baru membawa konflik dan gangguan terhadap pemanggilan
kembali materi pelajaran lama yang telah lebih dahulu tersimpan dalam subsistem
akal permanen siswa tersebut. Dalam hal ini, materi pelajaran yang lama akan
sulit diingat kembali.
2. Lupa
dapat terjadi pada seorang siswa karena adanya tekanan terhadap item yang telah
ada, baik sengaja ataupun tidak.
3. Lupa
dapat terjadi pada siswa karena perubahan situasi lingkungan antara waktu
belajar dengan waktu mengingat kembali.
4. Lupa dapat terjadi karena perubahan sikap dan minat
siswa terhadap proses dan situasi belajar tertentu.
5. Menurut law disuse, lupa dapat terjadi karena materi
pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunakan atau dihafalkan siswa.
H. Kiat
Mengurangi Lupa dalam Belajar
Kiat terbaik untuk
mengurangi lupa adalah dengan cara meningkatkan daya ingat akal siswa. Banyak
ragam kiat yang dapat dicoba siswa dalam meningkatkan daya ingatannya, antara
lain menurut Barlow, Reber, dan Anderson adalah sebagai berikut:
1.
Overlearning
Overlearning (belajar lebih) artinya upay belajar yang
melebihi batas penguasaan dasar atas materi pelajaran tertentu. Overlearning
terjadi apabila, respons atau reaksi tertentu muncul setelah siswa melakukan
pembelajaran atas respons tersebut dengan cara diluar kebiasaan.
2.
Extra Study Time
Extra Study Time (tambahan waktu belajar) ialah upaya
penambahan alokasi waktu belajar atau penambahan frekuensi (kekerapan)
aktivitas belajar.
3.
Mnemonic Device
Mnemonic device (muslihat memori) yang sering juga
hanya disebut mne-monic itu berarti kiat khusus yang dijadikan “alat pengait”
mental untuk memasukkan item-item informasi ke dalam sistem akal siswa.
4.
Pengelompokan
Pengelompokan ialah menata ulang item-item materi
menjadi kelompok-kelompok kecil yang dianggap lebih logis dalam arti bahwa
item-item tersebut memiliki signifikansi dan lafal yang sama atau sangat mirip.
5.
Latihan terbagi
Dalam latihan terbagi siswa melakukan latihan-latihan
dengan alokasi waktu yang pendek dan dipisah-pisahkan diantara waktu-waktu isirahat.[10]
[1] Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Semarang
: Pustaka Pelajar, 2008) hlm. 64
[2] Haryu
Islamuddin, Psikologi Pendidikan (Yogyakarta : STAIN Jember Press,
2012), hlm. 207).
[3] Mustaqim & Abdul Wahib, Psikologi
Pendidikan, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003) hlm. 98-101
[4] Muhibbin
Syah, Op Cit, hlm. 164-166.
[6] Muhibbin
Syah, Op.Cit, hlm. 166-167.
[7] Tohirin, Psikologi
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada,
2008), hlm 137-140
[8] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan,
(Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2006) hlm. 111
Merkur 4c Review and Bonus Codes 2021 - ChoEcasino.com
BalasHapus› Merkur › ミスティーノ Merkur Merkur 퍼스트 카지노 4C Review 2021. Merkur 4C is 메리트카지노 the new version of the classic Merkur in 2018. The Merkur brand has a large design, comfortable handle, and an incredible Rating: 4.5 7 votes
Harrah's casino | Oklahoma City
BalasHapusHarrah's Cherokee 메리트 바카라 Casino Hotel is the 승인 전화 없는 사이트 ultimate destination for gaming, featuring more than 텍사스홀덤룰 2600 electronic games, a popular music 강원 랜드 떡 venue, 김해휴게텔
Graton Casino, Dublin - Mapyro
BalasHapusThe Graton 전주 출장마사지 Casino, 시흥 출장마사지 Dublin. CasinoCyprus. 보령 출장마사지 Closest Casinos. Mapyro. Closest Casinos. 0-800-465-5000. Casinos 김천 출장마사지 in 김천 출장샵 Ireland. Mapyro.